(Oleh: Mei Purwowidodo)
Musda sejatinya adalah mekanisme organisasi yang rutin dan konstitusional.
Ketika pelaksanaannya tertunda, wajar jika muncul persepsi adanya tarik-ulur kepentingan di internal partai.Namun sebagai partai besar yang dibangun oleh para pendahulu dengan fondasi ideologis dan sistem yang kuat, Partai Golongan Karya tidak pernah bergantung pada satu sosok tertentu.
Golkar telah teruji menghadapi berbagai dinamika politik nasional. Berkali-kali melewati pasang surut perpolitikan tanah air, namun tetap mampu bertahan dan berada di jajaran tiga besar nasional.
Ini membuktikan bahwa ketersediaan kader mumpuni di berbagai tingkatan kepartaian bukanlah persoalan.
Di Kalimantan Barat, fakta berbicara.Sejumlah kader Golkar telah mencapai posisi strategis, seperti Ria Norsan, Syamsul Rizal, hingga Maman Abdurrahman yang dipercaya menjadi menteri.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Golkar Kalbar memiliki sumber daya politik yang berkualitas dan kompetitif.
Karena itu, jika terjadi perbedaan pandangan atau tarik-menarik kepentingan antara pusat dan daerah, seharusnya dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana.Golkar adalah partai yang matang secara organisasi. Mekanisme musyawarah menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap dinamika internal.
Musda semestinya segera digelar demi kepastian arah kepemimpinan dan konsolidasi menghadapi agenda politik ke depan. Ketersediaan figur pengganti bukan persoalan.Sejumlah tokoh potensial tersedia, antara lain:
Didi Haryono, mantan Kapolda
Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar
Syamsul Rizal, Wakil Bupati Bengkayang
Erlina, Bupati Mempawah
Heri Mustamin, Anggota DPRD Kalbar
Dari kalangan muda pun tersedia kader potensial seperti:
Bebi Nailufa, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak
Ichfani, Bendahara Golkar
Arif Rinaldi, Anggota DPRD Kalbar
Dengan potensi kader yang melimpah, Golkar semestinya percaya diri menunjukkan jati dirinya sebagai partai kader.
Regenerasi adalah keniscayaan, dan kepemimpinan harus siap hadir kapan pun dibutuhkan.
Musda bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi momentum konsolidasi, pemantapan arah perjuangan,serta pembuktian bahwa Golkar tetap menjadi soko guru politik yang kokoh, dewasa, dan siap menghadapi tantangan zaman.
GOLKAR KALBAR PASTI BISA..!!