Ada kalanya dalam hidup dimana semua terasa gelap
Langit seperti tertutup, jalan buntu dari semua arah, dan hati kehilangan arah.
Mungkin engkau kehilangan orang yg kau cintai, jatuh dalam kegelapan yg pahit, atau merasa kosong, meskipun dirimu telah memiliki segalanya.
Dan dititik itulah, saat manusia tak punya siapa-siapa, ada satu pintu yg justru terbuka lebih lebar ; Pintu Allah.
Titik terendah, adalah tempat dimana kita dilemahkan, agar bersandar penuh kepada Allah.
Allah sering kali memperkenankan kita jatuh, bukan karena Dia benci, tapi karena hanya dari dasar jurang kita akan menengadah ke langit dengan jujur.
Dalam keterpurukan topeng kesombongan kita runtuh…
Ego tak lagi bertahan.
Dan itulah saat dimana suara hati paling jujur memanggil: “Ya Allah aku butuh Engkau.”
Firman Allah dalam surah An-Naml, ayat 62 ; “Atau siapakah yg memperkenan(doa) orang yg dalam kesulitan apa bila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”?
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan; “Allah menguji hambanya dengan kesempitan dan kelemahan, agar hati itu tidak bersandar pada selain-Nya.”
Jangan berpaling dari Allah, bahkan saat kita dalam maksiat pun Allah tetap memberi napas, rezeki, dan kesempatan untuk kembali.
Wallahualam,
Tetap istiqomah, bahagia bersama qur’an.
Barrakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin,Al- Fakir