Swandiri Inisiatif Sintang hadiri Cross Learning bersama mitra USAID MADANI dari kabupaten lain di Pusat Pengembangan Teknologi Arang Terpadu PPTAT.

Yayasan DianTama selaku Provincial Support Partner bagi mitra USAID MADANI di Provinsi Kalimantan Barat salah satunya SIS. menyelenggarakan pertemuan bagi setiap mitra utama dalam agenda Cross Learning yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan Teknologi Arang Terpadu (PPTAT) di Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2020 ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas mitra utama dan simpul belajar dalam mengintegrasikan kesetaraan gender dan keberagaman sosial (GESI) di setiap lembaga mitra MADANI serta melihat peluang penggalangan dana di tingkat lokal masing-masing demi mewujudkan ketahanan dan keberlanjutan lembaga, dan advokasi lingkungan pendukung OMS. Dihadiri oleh 4 mitra USAID MADANI/ Lead Partner (LP) antara lain PDA Aisyiyah Mempawah, Gapemazda Sambas, PKBI Singkawang, dan SIS.


Kegiatan ini juga menjadi momen berbagi praktek baik dan pengalaman oleh setiap mitra USAID MADANI di Kalbar dengan melihat setiap masalah dan tantangan yang dihadapi masing-masing mitra secara kelembagaan maupun isu tematik dan langkah pendekatan yang diambil untuk mengatasi masalahnya. Kegiatan ini diawali dengan presentasi dari masing-masing LP tentang bagaimana integrasi GESI pada lembaga dan simpul belajar melalui SOP yang telah dibuat. No One Left Behind merupakan slogan dari GESI itu sendiri yang artinya tidak ada kepentingan kelompok manapun yang di abaikan. keterlibatan kelompok-kelompok rentan seperti perempuan, kelompok muda, Disabilitas, dan kelompok marjinal lainnya merupakan unsur penting yang perlu diakomodir terutama oleh kelompok masyarakat sipil dalam kerja-kerjanya agar mendapatkan hak yang sama dan berdaya.


SIS sendiri dalam upaya integrasi GESI yang dilakukan yaitu dengan melibatkan 40% kaum perempuan dan 40% kelompok muda sebagai staff lembaganya dan pada simpul belajar FORSTAR anggotanya didominasi oleh kelompok muda. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan saling menilai kemampuan setiap LP. Pada hari berikutnya pertemuan diawali dengan presentasi oleh masing-masing LP tentang pengalaman mengakses Swakelola tipe III melalui tematik masing-masing dalam upaya menghadapi refocusing oleh USAID MADANI dan mewujudkan ketahanan dan keberlanjutan lembaga. SIS dalam upaya advokasi lingkungan pendukung OMS, akan memperkuat Unit Usaha Green Cleaning dalam Generating Income dan berupaya untuk mengasistensi OMS anggota simpul belajar yang ingin mengakses Swakelola tipe III oleh Pemerintah daerah.


Pada penghujung kegiatan ini setiap LP memetakan dan mengumpulkan capaian-capaian yang telah didapat melalui proses tematik yang telah dilakukan maupun hubungan yang telah dibangun bersama pemerintah, kelompok dampingan, dan sesama OMS dan membangun rencana tindak lanjut memperkuat upaya integrasi dan membangun lingkungan pendukung OMS. Mulyadi selaku Senior Field Coordinator menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat dilakukan lagi tidak hanya melalui program USAID MADANI, kegiatan ini penting bagi setiap OMS untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

(*Riky Efendi