(Oleh: Al – Fakir)
Kita tidak tahu seberat apa seseorang menanggung takdirnya.
Sebagian terlihat kuat, padahal dalam dirinya ada doa yg terus ia jaga agar tidak tumpah dihadapan manusia.
Maka jangan tambah beban itu dengan lisan kita yang tak dijaga.
Kadang seseorang terlihat kuat…
Padahal ada bagian dalam dirinya yang sedang ia ikhlaskan pelan – pelan.
Dibalik senyumnya, ada doa yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun.
Tidak semua orang punya “rumah singgah” untuk menumpahkan letihnya.
Sebagian dari mereka hanya bisa pulang kepada Allah lewat sujudnya.
Maka setidaknya jangan kita menjadi alasan hatinya semakin berat.
Firman Allah ;
“…dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yg baik”(QS. Al-Baqarah: 83)
Ayat ini memerintahkan kita untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti. Perkataan baik adalah ibadah, sedangkan kata yg melukai dapat menjadi sebab dosa tanpa disadari.
Kita hidup dizaman dimana ;
– orang cepat berkomentar
– lambat memahami
– dan lebih dulu menghakimi sebelum mengerti alasan di balik semua luka.
Padahal satu kalimat saja..bisa memperbaiki atau menghancurkan hati seseorang.
Sabda Rasulullah ;
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam( HR. Buhkari ).
Diam adalah keselamatan.
Hadis ini mengajarkan bahwa kualitas iman seseorang terlihat dari seberapa baik ia menjaga lisanya.
Dunia yang ramai dan melelahkan ini….
Setiap manusia sedang memikul takdirnya masing-masing
Ada yang belajar ihlas dari ke hilangan,
Ada yang belajar sabar dari kecewa,
Ada yang belajar kuat dari luka yang tak pernah disuarakan.
Maka jadilah seseorang yang ringan bagi orang lain.
Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan nasihat panjang….hanya satu kalimat yang menenangkan;
“Aku doakan kamu kuat”
Atau..
“Semoga Allah memudahkan urusanmu.”
Dan itu … cukup menjadi amal jariyah.
Jaga hati
Jaga lisan
Jaga cara kita memperlakukan manusia..
Karena mungkin saja, ucapan kitalah yg menentukan apakah harinya membaik..atau justru runtuh.
Tenangkan hatimu dalam menghadapi takdir…
Tenang dalam genggaman-Nya.
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin,