574644689_18539357476041003_5858451449266706283_n

foto: Qodja

(Oleh: Qodja)

Di Februari ini telah genap usia saya menjadi 36 tahun. Menjelang paruh baya dan konon menjadi usia manusia dewasa yang banyak mengakumulasi beban hidup. 

Kata Sahabat saya, Kokoh Ajian (sebuah nama samaran) bahwa ini adalah tahunnya mereka yang bershio kuda. Saya yang lahir di tahun 1990 konon masuk kedalam kelompok orang yg bershio kuda itu. Shio yang melambangkan kerja keras, determinasi & persistensi dalam mengusahakan niat baik. Kawan itu mengingatkan bahwa ini adalah momentum untuk mengakselerasi karir & usaha ysng telah dirintis. Dan sudah saatnya utk mulai sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. 

Terkait sifat kehati-hatian itu, saya merenungi beberapa hal bahwa di usia saya yang sekarang; sudah tidak ada waktu lagi untuk gagal & salah mengambil keputusan. 

Pilihannya hanya tunggal: Bikin keputusan yang benar, pertaruhkan apa yang masih tersisa lalu menangkan untuk sampai di tahap untuk benar-benar berhenti bermanuver dalam bisnis. 

Sebab ada banyak pihak yang turut menanggung konsekuensi atas baik buruknya keputusan kita. 

Hal yang saya sadari bahwa cara dunia ini bekerja, nature-nya adalah ketidakteraturan sampai khalifah bernama manusia mengurus segala yang chaos itu. Menatanya untuk menjadi teratur & terukur. Tapi seberapapun hebatnya pengetahuan dalam menyelesaikan masalah, tetap saja selalu ada ruang yang tidak terdeteksi & sulit dikuantifikasi. Outlier, masalah-masalah baru, trade off sebagai akibat dari penataan di tempat lain. 

Jadi sebenarnya tiap hari kita dikelilingi oleh ketidakpastian & probabilitas untuk menjadi beruntung & sial di saat bersamaan. Tak peduli kita orang baik atau jahat, semua akan menerima konsekuensi dari bagaimana cara alam semesta bekerja. Ada sebab dan ada akibat. Ada aksi dan ada reaksi. Demikianlah gravitasi alam fisik bekerja. 

Dua hal yang saya pelajari di usia saya saat ini adalah ; pertama, waktu kita sudah tidak banyak, maka kedepankan kolaborasi untuk mendistribusikan beban & berbagi resiko serta keuntungan. Kedua, jangan berbuat kesalahan yang biaya atas kesalahan itu tidak dapat kamu pikul seluruhnya. Sebab di saat kita tergulung oleh masalah yang tidak dapat kita tanggung biayanya, maka jalan keluarnya nyaris mustahil. 

Terakhir, di usia seperti inilah saya butuh lebih banyak doa dari seluruh sahabat dan mendekatkan diri pada Tuhan. Agama benar-benar menjadi krusial dalam hidup. 

Saya merepetisi beberapa ritual salah satunya zikir pagi & petang serta berusaha meresapi makna & tafsirnya. Ada semacam afirmasi positif, muncul frekuensi spiritual di otak yang memberi efek rasa tenang di dalam jiwa. 

Telah lama saya berislam & membaca ayatnya, tapi baru di masa-masa sekarang saya merasa sensasi mendalam atas ayat

الابذكرالله تطمئن القلوب

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *