Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap memegang teguh nilai budaya lokal. Salah satu langkah nyata adalah dengan menggelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal bagi jenjang SMA dan SLB sebagai langkah strategis memperkuat pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Gubernur Kalimantan Barat untuk mewujudkan Kalbar yang aman dan kondusif dengan sasaran meningkatnya nilai kearifan dan budaya.
Plt. Kepala Disdikbud Kalbar Syarif Faisal mengatakan bahwa program pelatihan ini adalah salah satu implementasi yang dilakukan Disdikbud dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur Kalbar.
“Ini adalah salah satu implementasi nyata dalam mewujudkan visi misi Bapak Gubernur dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dalam menyiapkan modul ajar,” ujarnya.
Dengan adanya kebijakan ini, menekankan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam menyusun modul ajar berbasis praktik yang relevan dengan potensi dan budaya daerah masing-masing.
Dalam pelatihan tersebut, guru didorong menyusun materi pembelajaran kontekstual. Contohnya di Kota Pontianak, modul ajar mengangkat sejarah dan budaya lokal seperti asal-usul Istana Kadriah, keberadaan Tugu Khatulistiwa, praktik membatik motif corak insang, seni pertunjukan Tari Jepin, serta musik tradisional Tanjidor.
Sementara di wilayah hulu Kalimantan Barat, materi modul ajar diarahkan pada kerajinan tenun, anyaman bidai, pelestarian Bahasa Kanayatn, hingga praktik pembuatan pupuk organik dari limbah sawit sebagai bentuk pembelajaran berbasis lingkungan dan keterampilan hidup.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kalbar turut menjalankan misi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berakar pada identitas daerah yang menjadi salah satu prioritas Gubernur Kalimantan Barat.