(Oleh: Al – Fakir)
Kita hidup di zaman dimana diam bisa disalah artikan, dan kebaikan pun bisa dituduh dengan hal yang tidak pernah kita lakukan.
Maka berdiam diri saja masih tidak selamat dari prasangka manusia.
Manusia menilai dari apa yg terlihat, sedangkan Allah melihat dari apa yang tersembunyi.
Kadang kita sudah berusaha tidak menyakiti siapapun, tetap saja ada yang salah menilai.
Itulah hidup, bukan tugas kita menjelaskan semuanya. Tugas kita adalah menjaga hati agar tetap tegak lurus menuju Allah.
Firman Allah dalam surah Al-Mulk ayat 13 ;
“Sesungguhnya Allah maha mengetahui isi hati.”
Allah tahu niat kita,perasaan kita, luka yang kita simpan, dan kebenaran yang tidak mampu kita jelaskan kepada siapapun.
Maka jangan terlalu sibuk membuktikan diri kepada manusia.
Sibukan hati untuk dilihat baik oleh Allah.
Karena ketenangan tidak datang dari pandangan manusia tapi dari kedekatan kita dengan Rabb-mu.
Sabda Rasulullah ;
“Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
Nilai kita bukan pada apa yang manusia lihat, tapi pada hatimu yang Allah baca tanpa salah.
Jika prasangka manusia membuat kita sedih, ingatlah;
“Allah tidak pernah salah memahami dirimu.”
Dan itu sudah cukup membuatmu tenang.
Dunia terlalu sempit untuk berharap dipahami semua orang.
Tapi hati kita sangat lapang ketika Allah yang membela kita.
Diamlah dengan kesabaran, bergeraklah dengan ke ikhlas an, serahkan sisanya kepada Allah.
Ketenangan bukan ketika semua orang mengerti, tetapi ketika kita yakin;
“Allah tahu segalanya–bahkan yang tidak terucap.”
Tenangkan hati, perbaiki cara menata jiwa dalam pandangan Allah.
Barrakallahu fikum aj’ main.
Sukamiskin,